Kenapa Produk yang Sama Bisa Laku Keras di TikTok Shop, Tapi Sepi di Shopee?
- DWStory
- 26 Agu
- 2 menit membaca
Banyak seller di Indonesia sering bingung: produk yang sama, harga mirip, tapi performa penjualannya beda jauh di setiap marketplace. Di TikTok Shop bisa sold out, sementara di Shopee nyaris tidak ada yang beli. Apa yang sebenarnya terjadi?
1. Perilaku Konsumen Beda Platform
Shopee dikenal sebagai “pasar termurah”. Konsumen datang dengan mindset hunting diskon, voucher, dan perbandingan harga.
TikTok Shop lebih mengandalkan impulse buying. Konsumen sering belanja tanpa riset panjang, hanya karena tertarik saat nonton video atau live.
Tokopedia cenderung jadi pilihan untuk produk yang butuh trust tinggi, seperti elektronik, gadget, atau produk branded.
2. Algoritma yang Menentukan
Di TikTok Shop, algoritma konten memegang peran utama. Produk bisa muncul di beranda jutaan orang lewat video singkat yang engaging. Sementara di Shopee, optimasi pencarian (judul, kata kunci, review) lebih penting daripada konten.
Itulah sebabnya seller dengan foto produk seadanya sering sepi di Shopee, tapi bisa meledak di TikTok kalau videonya menarik.
3. Studi Kasus: Makanan & Beauty
Snack Impor Jepang/Korea: cepat viral di TikTok Shop karena cocok dengan tren konten haul, unboxing, atau review lucu.
Produk Skincare Lokal: lebih sustain di Shopee karena konsumen bisa membandingkan harga, membaca review panjang, dan mencari official store.
4. Strategi Agar Produk Tetap Laku
Di TikTok Shop: fokus ke storytelling konten. Buat video singkat dengan hook kuat, contoh: “Cobain snack Jepang yang katanya cuma ada di Tokyo, sekarang bisa order di sini”.
Di Shopee: optimasi foto produk, judul, dan deskripsi. Tambahkan foto dengan background bersih dan detail. Konsumen Shopee lebih teliti sebelum checkout.
5. Relevansi untuk Brand Kreator
Buat seller UMKM, kuncinya adalah visual. Konten yang menarik bukan hanya soal jualan, tapi soal bagaimana produk difoto dan ditampilkan. Di sinilah investasi kecil untuk foto bisa memberikan hasil besar.
Tools sederhana seperti alas foto dan properti produk bisa meningkatkan kualitas visual tanpa harus sewa studio mahal. Brand seperti MotoDW menyediakan alas foto, properti, dan jasa fotografi yang memang dirancang untuk membantu UMKM tampil lebih estetik di marketplace. Visual yang konsisten bisa menaikkan trust dan konversi, baik di TikTok Shop maupun Shopee.

Perbedaan performa penjualan antara TikTok Shop dan Shopee bukan sekadar faktor harga. Yang membedakan adalah cara konsumen menemukan dan merespons produk. Dengan memahami karakter setiap marketplace dan mengoptimalkan visual produk, seller bisa memastikan jualannya tetap laku di semua platform.




Komentar